Perbedaan-Ibnu-Taimiyah-dan-Wahabi

Pengaruh Ibnu Taimiyah (pada mulanya memang) hanya terbatas pada murid-murid yang terdekat dan tidak meluas menjadi suatu gerakan. Akan tetapi, dalam jangka panjang, ia meresap ke dalam tubuh intelegensia keagamaan dan pada abad ke-12 H/18 M. Gerakan Wahabilah yang merupakan satu-satunya manifestasi, atau manifestasi yang paling terorganisir, dari pemikiran-pemikirannya.

Pada mulanya memang “Gerakan Wahabilah yang menyebarkan ajaran Ibnu Taimiyah ke seluruh dunia Islam,” tetapi kemudian “pada abad ke-19, … gerakan Sanusi di Libia dan Cad (serta) … ‘Padri’ di Sumatera Barat semuanya mencerminkan program Ibnu Taimiyah yang diterima lewat para Wahhabiyyun.”

Itu harus ditafsirkan bahwa Ibnu Taimiyah identik dengan kaum Wahabi, sebab seperti dinyatakan M. Amin Rais, “walaupun dipengaruhi oleh pikiran-pikiran reformatif Ibnu Taimiyah, namun gerakan Wahabi tidak sepenuhnya merupakan duplikat pikiran-pikiran Ibnu Taimiyah.” Paling sedikit terdapat dua macam perbedaan antara sikap Ibnu Taimiyah dengan ciri khas gerakan Wahabi.

Pertama, jika Taimiyah menyerang sufisme, maka serangannya tidak bersifat frontal berhubung ada segi-segi sufisme yang diakomodasi oleh Ibnu Taimiyah. Sebaliknya, gerakan Wahabiah menyerang sufisme tanpa ampun, sekalipun harus kita akui bahwa berkat jasa kamu Wahabilah pembabatan bid’ah, khurafat, dann takhayul yang merajalela di dunia Islam pada masa lalu berhasil secara mengesankan. Perbedaan kedua adalah anti rasionalisme Wahabiah yang terlampau berlebihan. Ibnu Taimiyah juga melakukan kritik tajam terhadap rasionalisme, akan tetapi kritiknya itu tidak berakibat memojokkan penalaran rasional terhadap usaha perbaikan dalam berbagai dimensi kehidupan kaum muslimin.

Selain yang telah disebutkan, sesungguhnya masih ada beberapa perbedaan antara Wahabi dengan Ibnu Taimiyah. Tindakan-tindakan kekerasan, terutama melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah, seperti pernah dilakukan gerakan Wahabi terhadap pemerintahan Turki Usmani sekitar tahun 1813-1815, merupakan tindakan yang bertolakbelakang dengan dasar-dasar pemikiran Ibnu Taimiyah yang tidak membenarkan melakukan tindakan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah betapun lalim dan rusaknya pemerintahan yang sah tersebut. Namun, bahwa gerakan Wahabi memiliki peranan amat penting bagi tumbuh subur dan berkembangnya gerakan tajdid dan ijtihad Ibnu Taimiyah ke berbagai dunia Islam, termasuk di dalamnya sebagian umat Islam Indonesia, agaknya memang telah diakui oleh para ahli sejaraj pergerakan Islam.

*Dikutip dari Buku “Ijtihad Ibnu Taimiyah Dalam Bidang Fikih Islam”, karangan Muhammad Amin, Penerbit INIS, Jakarta, Tahun 1991.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s