Wahabisme

Ini pertanyaan yg sering timbul di benak mereka yg tidak terlalu tahu menahu ttg cult/kultus yg bernaung didalam cult yg bernama Islam. Sebuah subkultus didalam sebuah kultus, istilahnya.

Wahabisme adalah perwujudan Islam di jaman sekarang ini. Wahabisme menekankan filososfi yg sama dgn yg dibawa sang nabi Islam 1400 thn lalu – yi filosofi ttg SUPERIORITAS BANGSA ARAB. Wahabisme bukan sebuah agama, bukan juga sebuah aliran spiritualitas atau ketuhanann. Wahabisme hanyalah sebuah faham superioritas Arab diatas bangsa2 lain.

Karakter dan kepribadian kultus bernama Wahabi ini menyontek mentornya, Ibn Sa’ud, yg menyontek sang nabi. Penting bagi kami utk mengenal bapak2 pendiri kultus ini utk bisa memahaminya. Mengapa ? Karena utk mengerti sebuah aliran, kita perlu mengerti cara berpikir sang pemimpin. Spt juga kita mempelajari Islam; setiap studi ttg Islam tidak akan komplet, kalau tidak disertai studi ttg nabinya.

Latar belakang sejarah kondisi di jazirah Arab pada saat lahirnya Wahabisme

Wahabisme bermuasal dari gurun pasir Arabia yang sejak jaman baheula dihuni perampok2 jalanan dan suku2 nomad yg tidak suka peraturan atau organisasi sosial diluar sistim nenek moyang mereka sendiri. Bahkan persaudaraan dlm Islam sendiri hanya mampu secara sementara membentuk grup2 yg dibentuk utk tujuan merampok, merajah dan merampas kekayaan orang lain. Bahkan sebelum munculnya Muhamadpun, sejarah suku2 Bedouin ini penuh dgn perang saudara dan cerita2 rasa iri antar suku. Bahkan kalifat Ottoman/Turki yg berkuasa atas kota2 Mekah, Medinah & rute2 pantai barat tidak punya kuasa politik dan tidak mampu menguasai suku2 Arab primitif tsb.

Mendalami Pemikiran Ibn Abdul Wahab

Sejarah bangsa Arab modern hanyalah contekan dari masa lalunya. Dlm abad 20, nasionalisme Arab menemukan ekspresi dlm revitalisasi doktrin2 Islam milik Ibnu Taymmiyah, yg menjadi inspirasi Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1791).

Abdul Wahab lahir di Uyanina, kota kecil di Najid. Nama ayahnya, yg kebetulan adalah ulama Hamabalit yg tidak terlalu setuju dgn ajaran puteranya, digunakan bagi alirannya, Wahabisme. Wahabi adalah sebuah julukan di Arabia; bangsa Arab sendiri menamakan diri Muwahhidun atau monotheis, karena mereka percaya dan mempraktekkan monotheisme dlm bentuk yg paling murni.

AW mengikuti kurrikulum studi2 Islam dan sangat suka dgn ajaran Ibnu Taymiyah di Medinah, tempat ia tinggal utk beberapa lama. Setelah kematian ayahnya di thn 1740, ia memulai menyiarkan doktrin2nya. Ia membangkangi sistim menyajikan puja2 kpd manusia dan kuburan mereka. Ia melawan aliran mistik karena dianggap tidak peduli dgn hukum nabi. Pemujaan kpd para tokoh suci dianggap sbg penghujadan. Ia tidak mengakui otoritas manusia dlm bentuk apapun dan ia berkotbah bagi diberlakukannya kembali dua sumber Islam, yi “Quran dan Sunnah Nabi”. Katanya, ”Kau punya bukunya (Quran) dan sunnah, pelajari kata2 Allah dan bertindak sesuai dgnnya, bahkan kalau mayoritas tidak setuju dgnmu.” Ia menjabarkan semua keterangan dlm bentuk exegesis dan jurisprudensi dan patuh pada setiap kata secara lahiriah dlm Quran & Hadith. Ia menolak semua inovasi utk mengadaptasi Islam sesuai dgn jaman yg terus berubah dan menyatakan perang melawan segala kelonggaran aturan dan menuntut puritanisme primitif.

Ajaran Abdul Wahab ini bahkan mengundang kekhawatiran kaum Hanbali. Kaum konservatif mungkin bersimpati pada doktrinnya, tapi praktek puritanisme yg dikotbahkannya sangat menakutkan mereka yg lebih suka dgn kelonggaran aturan.

Thn 1744, akibat tekanan ulama (spt juga Muhammad sang nabi yg kabur ke Medinah karena ajarannya tidak disukai di Mekah), ia harus berhijrah dan mencari perlindungan ke Darriyah, di rumah Amir Muhammad Ibn Sa’ud dan sejak saat itu, teologi kontroversial ini memasuki fase politik. Ibn Sa’ud setuju untuk menjadi mentor Wahab dan keduanya membentuk sebuah pakta. Propagandis religius ini kini mendapat dukungan dari sebuah otoritas eksekutif (asab us-seyf). Spt juga dgn taktik Muhamad (SAW), mereka yg percaya padanya diundang utk membela agama … mereka yg ragu2 diajak dgn iming2 barang perampokan dan mereka yg menolak dipaksa ikut dgn cara intimidasi. Perang saudara antar Bedouin dilarang atau dikekang dan energi membara mereka dialihkan kearah kafir, atau mereka yg dianggap kafir oleh Ibnu Sa’ud dan kaum Wahabi.

Permulaan dan perkembangan gerakan baru ini sangat mirip dgn permulaan dan perkembangan Muhamad (SAW) di abad tujuh. Negara, menurut doktrin Wahabi, hanya boleh mengikuti tindakan nabi TOK, termasuk mengambil 1/5 bagian dari barang rampasan dan juga mengumpulkan zakat dari pengikut. Dgn cara inilah, Arabia dari jaman abad ke 7 dihidupkan kembali. Negara didasarkan pada tentara dan tentara harus diberi kesibukan agar dapat menjamin kesinambungannya. Bangsa2 nomad Arabia selalu antusias utk bergabung dgn gerakan2 baru, dan prospek barang rampasan menarik minat Bedouin Arabia Pusat dan Timur ke kamp Sa’ud. Diakhir abad 18, Sa’ud dan gang Wahabi-nya menjadi kekuatan yg paling besar di semenanjung Arab. Mereka memulai mengganggu orang2 dlm perjalanan ke Mekah, merampas hadiah2 milik/bagi para Sultan, persis sama dgn tindak tanduk Muhamad (SAW) di jaman permulaan karirnya sbg nabi.

Sejarah terulang kembali sampai ke detil2nya. Spt juga Muhammad menyerang sukunya sendiri, Quraish, di Mekah dan suku2 Yahudi di Medinah di abad ke 7, di thn 1802, pasukan Wahabi berjumlah 12.000 menyerang kota SYI’AH, MEMBANTAI 4.000 penduduk yg tidak berdaya/tidak bersenjata dan menghancurkan tempat2 suci Syi’ah. Th 1803 mereka menyerang Mekah dan karena penduduk Mekah sadar akan keberingasan Wahabi di Karbala, mereka membuka kota mereka bagi tentara dan Saud.

Semangat menghancurkan patung2 berhala ala Muhamad dicontek kaum Wahabi dgn menghancurkan mausoleum2 dan kubah2 yg dibangun diatas kuburan2 dan memboyong karpet2 sutera indah yg menghiasi Kabah. Di Medinah, bahkan kuburan Muhammad SAW dirampoki isinya yg dikumpulkan selama berabad2. Ulama bahkan tidak berdaya melawan vandalisme besar2an dan garang ini. Kaum Wahabi bahkan terus merampoki para calon haji sampai akhirnya ritual Haji harus ditunda.

Ini pertanyaan yg sering timbul di benak mereka yg tidak terlalu tahu menahu ttg cult/kultus yg bernaung didalam cult yg bernama Islam. Sebuah subkultus didalam sebuah kultus, istilahnya.

Wahabisme adalah perwujudan Islam di jaman sekarang ini. Wahabisme menekankan filososfi yg sama dgn yg dibawa sang nabi Islam 1400 thn lalu – yi filosofi ttg SUPERIORITAS BANGSA ARAB. Wahabisme bukan sebuah agama, bukan juga sebuah aliran spiritualitas atau ketuhanann. Wahabisme hanyalah sebuah faham superioritas Arab diatas bangsa2 lain.

Karakter dan kepribadian kultus bernama Wahabi ini menyontek mentornya, Ibn Sa’ud, yg menyontek sang nabi. Penting bagi kami utk mengenal bapak2 pendiri kultus ini utk bisa memahaminya. Mengapa ? Karena utk mengerti sebuah aliran, kita perlu mengerti cara berpikir sang pemimpin. Spt juga kita mempelajari Islam; setiap studi ttg Islam tidak akan komplet, kalau tidak disertai studi ttg nabinya.

Latar belakang sejarah kondisi di jazirah Arab pada saat lahirnya Wahabisme

Wahabisme bermuasal dari gurun pasir Arabia yang sejak jaman baheula dihuni perampok2 jalanan dan suku2 nomad yg tidak suka peraturan atau organisasi sosial diluar sistim nenek moyang mereka sendiri. Bahkan persaudaraan dlm Islam sendiri hanya mampu secara sementara membentuk grup2 yg dibentuk utk tujuan merampok, merajah dan merampas kekayaan orang lain. Bahkan sebelum munculnya Muhamadpun, sejarah suku2 Bedouin ini penuh dgn perang saudara dan cerita2 rasa iri antar suku. Bahkan kalifat Ottoman/Turki yg berkuasa atas kota2 Mekah, Medinah & rute2 pantai barat tidak punya kuasa politik dan tidak mampu menguasai suku2 Arab primitif tsb.

Mendalami Pemikiran Ibn Abdul Wahab

Sejarah bangsa Arab modern hanyalah contekan dari masa lalunya. Dlm abad 20, nasionalisme Arab menemukan ekspresi dlm revitalisasi doktrin2 Islam milik Ibnu Taymmiyah, yg menjadi inspirasi Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1791).

Abdul Wahab lahir di Uyanina, kota kecil di Najid. Nama ayahnya, yg kebetulan adalah ulama Hamabalit yg tidak terlalu setuju dgn ajaran puteranya, digunakan bagi alirannya, Wahabisme. Wahabi adalah sebuah julukan di Arabia; bangsa Arab sendiri menamakan diri Muwahhidun atau monotheis, karena mereka percaya dan mempraktekkan monotheisme dlm bentuk yg paling murni.

AW mengikuti kurrikulum studi2 Islam dan sangat suka dgn ajaran Ibnu Taymiyah di Medinah, tempat ia tinggal utk beberapa lama. Setelah kematian ayahnya di thn 1740, ia memulai menyiarkan doktrin2nya. Ia membangkangi sistim menyajikan puja2 kpd manusia dan kuburan mereka. Ia melawan aliran mistik karena dianggap tidak peduli dgn hukum nabi. Pemujaan kpd para tokoh suci dianggap sbg penghujadan. Ia tidak mengakui otoritas manusia dlm bentuk apapun dan ia berkotbah bagi diberlakukannya kembali dua sumber Islam, yi “Quran dan Sunnah Nabi”. Katanya, ”Kau punya bukunya (Quran) dan sunnah, pelajari kata2 Allah dan bertindak sesuai dgnnya, bahkan kalau mayoritas tidak setuju dgnmu.” Ia menjabarkan semua keterangan dlm bentuk exegesis dan jurisprudensi dan patuh pada setiap kata secara lahiriah dlm Quran & Hadith. Ia menolak semua inovasi utk mengadaptasi Islam sesuai dgn jaman yg terus berubah dan menyatakan perang melawan segala kelonggaran aturan dan menuntut puritanisme primitif.

Ajaran Abdul Wahab ini bahkan mengundang kekhawatiran kaum Hanbali. Kaum konservatif mungkin bersimpati pada doktrinnya, tapi praktek puritanisme yg dikotbahkannya sangat menakutkan mereka yg lebih suka dgn kelonggaran aturan.

Thn 1744, akibat tekanan ulama (spt juga Muhammad sang nabi yg kabur ke Medinah karena ajarannya tidak disukai di Mekah), ia harus berhijrah dan mencari perlindungan ke Darriyah, di rumah Amir Muhammad Ibn Sa’ud dan sejak saat itu, teologi kontroversial ini memasuki fase politik. Ibn Sa’ud setuju untuk menjadi mentor Wahab dan keduanya membentuk sebuah pakta. Propagandis religius ini kini mendapat dukungan dari sebuah otoritas eksekutif (asab us-seyf). Spt juga dgn taktik Muhamad (SAW), mereka yg percaya padanya diundang utk membela agama … mereka yg ragu2 diajak dgn iming2 barang perampokan dan mereka yg menolak dipaksa ikut dgn cara intimidasi. Perang saudara antar Bedouin dilarang atau dikekang dan energi membara mereka dialihkan kearah kafir, atau mereka yg dianggap kafir oleh Ibnu Sa’ud dan kaum Wahabi.

Permulaan dan perkembangan gerakan baru ini sangat mirip dgn permulaan dan perkembangan Muhamad (SAW) di abad tujuh. Negara, menurut doktrin Wahabi, hanya boleh mengikuti tindakan nabi TOK, termasuk mengambil 1/5 bagian dari barang rampasan dan juga mengumpulkan zakat dari pengikut. Dgn cara inilah, Arabia dari jaman abad ke 7 dihidupkan kembali. Negara didasarkan pada tentara dan tentara harus diberi kesibukan agar dapat menjamin kesinambungannya. Bangsa2 nomad Arabia selalu antusias utk bergabung dgn gerakan2 baru, dan prospek barang rampasan menarik minat Bedouin Arabia Pusat dan Timur ke kamp Sa’ud. Diakhir abad 18, Sa’ud dan gang Wahabi-nya menjadi kekuatan yg paling besar di semenanjung Arab. Mereka memulai mengganggu orang2 dlm perjalanan ke Mekah, merampas hadiah2 milik/bagi para Sultan, persis sama dgn tindak tanduk Muhamad (SAW) di jaman permulaan karirnya sbg nabi.

Sejarah terulang kembali sampai ke detil2nya. Spt juga Muhammad menyerang sukunya sendiri, Quraish, di Mekah dan suku2 Yahudi di Medinah di abad ke 7, di thn 1802, pasukan Wahabi berjumlah 12.000 menyerang kota SYI’AH, MEMBANTAI 4.000 penduduk yg tidak berdaya/tidak bersenjata dan menghancurkan tempat2 suci Syi’ah. Th 1803 mereka menyerang Mekah dan karena penduduk Mekah sadar akan keberingasan Wahabi di Karbala, mereka membuka kota mereka bagi tentara dan Saud.

Semangat menghancurkan patung2 berhala ala MuhaIni pertanyaan yg sering timbul di benak mereka yg tidak terlalu tahu menahu ttg cult/kultus yg bernaung didalam cult yg bernama Islam. Sebuah subkultus didalam sebuah kultus, istilahnya.

Wahabisme adalah perwujudan Islam di jaman sekarang ini. Wahabisme menekankan filososfi yg sama dgn yg dibawa sang nabi Islam 1400 thn lalu – yi filosofi ttg SUPERIORITAS BANGSA ARAB. Wahabisme bukan sebuah agama, bukan juga sebuah aliran spiritualitas atau ketuhanann. Wahabisme hanyalah sebuah faham superioritas Arab diatas bangsa2 lain.

Karakter dan kepribadian kultus bernama Wahabi ini menyontek mentornya, Ibn Sa’ud, yg menyontek sang nabi. Penting bagi kami utk mengenal bapak2 pendiri kultus ini utk bisa memahaminya. Mengapa ? Karena utk mengerti sebuah aliran, kita perlu mengerti cara berpikir sang pemimpin. Spt juga kita mempelajari Islam; setiap studi ttg Islam tidak akan komplet, kalau tidak disertai studi ttg nabinya.

Latar belakang sejarah kondisi di jazirah Arab pada saat lahirnya Wahabisme

Wahabisme bermuasal dari gurun pasir Arabia yang sejak jaman baheula dihuni perampok2 jalanan dan suku2 nomad yg tidak suka peraturan atau organisasi sosial diluar sistim nenek moyang mereka sendiri. Bahkan persaudaraan dlm Islam sendiri hanya mampu secara sementara membentuk grup2 yg dibentuk utk tujuan merampok, merajah dan merampas kekayaan orang lain. Bahkan sebelum munculnya Muhamadpun, sejarah suku2 Bedouin ini penuh dgn perang saudara dan cerita2 rasa iri antar suku. Bahkan kalifat Ottoman/Turki yg berkuasa atas kota2 Mekah, Medinah & rute2 pantai barat tidak punya kuasa politik dan tidak mampu menguasai suku2 Arab primitif tsb.

Mendalami Pemikiran Ibn Abdul Wahab

Sejarah bangsa Arab modern hanyalah contekan dari masa lalunya. Dlm abad 20, nasionalisme Arab menemukan ekspresi dlm revitalisasi doktrin2 Islam milik Ibnu Taymmiyah, yg menjadi inspirasi Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1791).

Abdul Wahab lahir di Uyanina, kota kecil di Najid. Nama ayahnya, yg kebetulan adalah ulama Hamabalit yg tidak terlalu setuju dgn ajaran puteranya, digunakan bagi alirannya, Wahabisme. Wahabi adalah sebuah julukan di Arabia; bangsa Arab sendiri menamakan diri Muwahhidun atau monotheis, karena mereka percaya dan mempraktekkan monotheisme dlm bentuk yg paling murni.

AW mengikuti kurrikulum studi2 Islam dan sangat suka dgn ajaran Ibnu Taymiyah di Medinah, tempat ia tinggal utk beberapa lama. Setelah kematian ayahnya di thn 1740, ia memulai menyiarkan doktrin2nya. Ia membangkangi sistim menyajikan puja2 kpd manusia dan kuburan mereka. Ia melawan aliran mistik karena dianggap tidak peduli dgn hukum nabi. Pemujaan kpd para tokoh suci dianggap sbg penghujadan. Ia tidak mengakui otoritas manusia dlm bentuk apapun dan ia berkotbah bagi diberlakukannya kembali dua sumber Islam, yi “Quran dan Sunnah Nabi”. Katanya, ”Kau punya bukunya (Quran) dan sunnah, pelajari kata2 Allah dan bertindak sesuai dgnnya, bahkan kalau mayoritas tidak setuju dgnmu.” Ia menjabarkan semua keterangan dlm bentuk exegesis dan jurisprudensi dan patuh pada setiap kata secara lahiriah dlm Quran & Hadith. Ia menolak semua inovasi utk mengadaptasi Islam sesuai dgn jaman yg terus berubah dan menyatakan perang melawan segala kelonggaran aturan dan menuntut puritanisme primitif.

Ajaran Abdul Wahab ini bahkan mengundang kekhawatiran kaum Hanbali. Kaum konservatif mungkin bersimpati pada doktrinnya, tapi praktek puritanisme yg dikotbahkannya sangat menakutkan mereka yg lebih suka dgn kelonggaran aturan.

Thn 1744, akibat tekanan ulama (spt juga Muhammad sang nabi yg kabur ke Medinah karena ajarannya tidak disukai di Mekah), ia harus berhijrah dan mencari perlindungan ke Darriyah, di rumah Amir Muhammad Ibn Sa’ud dan sejak saat itu, teologi kontroversial ini memasuki fase politik. Ibn Sa’ud setuju untuk menjadi mentor Wahab dan keduanya membentuk sebuah pakta. Propagandis religius ini kini mendapat dukungan dari sebuah otoritas eksekutif (asab us-seyf). Spt juga dgn taktik Muhamad (SAW), mereka yg percaya padanya diundang utk membela agama … mereka yg ragu2 diajak dgn iming2 barang perampokan dan mereka yg menolak dipaksa ikut dgn cara intimidasi. Perang saudara antar Bedouin dilarang atau dikekang dan energi membara mereka dialihkan kearah kafir, atau mereka yg dianggap kafir oleh Ibnu Sa’ud dan kaum Wahabi.

Permulaan dan perkembangan gerakan baru ini sangat mirip dgn permulaan dan perkembangan Muhamad (SAW) di abad tujuh. Negara, menurut doktrin Wahabi, hanya boleh mengikuti tindakan nabi TOK, termasuk mengambil 1/5 bagian dari barang rampasan dan juga mengumpulkan zakat dari pengikut. Dgn cara inilah, Arabia dari jaman abad ke 7 dihidupkan kembali. Negara didasarkan pada tentara dan tentara harus diberi kesibukan agar dapat menjamin kesinambungannya. Bangsa2 nomad Arabia selalu antusias utk bergabung dgn gerakan2 baru, dan prospek barang rampasan menarik minat Bedouin Arabia Pusat dan Timur ke kamp Sa’ud. Diakhir abad 18, Sa’ud dan gang Wahabi-nya menjadi kekuatan yg paling besar di semenanjung Arab. Mereka memulai mengganggu orang2 dlm perjalanan ke Mekah, merampas hadiah2 milik/bagi para Sultan, persis sama dgn tindak tanduk Muhamad (SAW) di jaman permulaan karirnya sbg nabi.

Sejarah terulang kembali sampai ke detil2nya. Spt juga Muhammad menyerang sukunya sendiri, Quraish, di Mekah dan suku2 Yahudi di Medinah di abad ke 7, di thn 1802, pasukan Wahabi berjumlah 12.000 menyerang kota SYI’AH, MEMBANTAI 4.000 penduduk yg tidak berdaya/tidak bersenjata dan menghancurkan tempat2 suci Syi’ah. Th 1803 mereka menyerang Mekah dan karena penduduk Mekah sadar akan keberingasan Wahabi di Karbala, mereka membuka kota mereka bagi tentara dan Saud.

Semangat menghancurkan patung2 berhala ala Muhamad dicontek kaum Wahabi dgn menghancurkan mausoleum2 dan kubah2 yg dibangun diatas kuburan2 dan memboyong karpet2 sutera indah yg menghiasi Kabah. Di Medinah, bahkan kuburan Muhammad SAW dirampoki isinya yg dikumpulkan selama berabad2. Ulama bahkan tidak berdaya melawan vandalisme besar2an dan garang ini. Kaum Wahabi bahkan terus merampoki para calon haji sampai akhirnya ritual Haji harus ditunda.

Ini pertanyaan yg sering timbul di benak mereka yg tidak terlalu tahu menahu ttg cult/kultus yg bernaung didalam cult yg bernama Islam. Sebuah subkultus didalam sebuah kultus, istilahnya.

Wahabisme adalah perwujudan Islam di jaman sekarang ini. Wahabisme menekankan filososfi yg sama dgn yg dibawa sang nabi Islam 1400 thn lalu – yi filosofi ttg SUPERIORITAS BANGSA ARAB. Wahabisme bukan sebuah agama, bukan juga sebuah aliran spiritualitas atau ketuhanann. Wahabisme hanyalah sebuah faham superioritas Arab diatas bangsa2 lain.

Karakter dan kepribadian kultus bernama Wahabi ini menyontek mentornya, Ibn Sa’ud, yg menyontek sang nabi. Penting bagi kami utk mengenal bapak2 pendiri kultus ini utk bisa memahaminya. Mengapa ? Karena utk mengerti sebuah aliran, kita perlu mengerti cara berpikir sang pemimpin. Spt juga kita mempelajari Islam; setiap studi ttg Islam tidak akan komplet, kalau tidak disertai studi ttg nabinya.

Latar belakang sejarah kondisi di jazirah Arab pada saat lahirnya Wahabisme

Wahabisme bermuasal dari gurun pasir Arabia yang sejak jaman baheula dihuni perampok2 jalanan dan suku2 nomad yg tidak suka peraturan atau organisasi sosial diluar sistim nenek moyang mereka sendiri. Bahkan persaudaraan dlm Islam sendiri hanya mampu secara sementara membentuk grup2 yg dibentuk utk tujuan merampok, merajah dan merampas kekayaan orang lain. Bahkan sebelum munculnya Muhamadpun, sejarah suku2 Bedouin ini penuh dgn perang saudara dan cerita2 rasa iri antar suku. Bahkan kalifat Ottoman/Turki yg berkuasa atas kota2 Mekah, Medinah & rute2 pantai barat tidak punya kuasa politik dan tidak mampu menguasai suku2 Arab primitif tsb.

Mendalami Pemikiran Ibn Abdul Wahab

Sejarah bangsa Arab modern hanyalah contekan dari masa lalunya. Dlm abad 20, nasionalisme Arab menemukan ekspresi dlm revitalisasi doktrin2 Islam milik Ibnu Taymmiyah, yg menjadi inspirasi Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1791).

Abdul Wahab lahir di Uyanina, kota kecil di Najid. Nama ayahnya, yg kebetulan adalah ulama Hamabalit yg tidak terlalu setuju dgn ajaran puteranya, digunakan bagi alirannya, Wahabisme. Wahabi adalah sebuah julukan di Arabia; bangsa Arab sendiri menamakan diri Muwahhidun atau monotheis, karena mereka percaya dan mempraktekkan monotheisme dlm bentuk yg paling murni.

AW mengikuti kurrikulum studi2 Islam dan sangat suka dgn ajaran Ibnu Taymiyah di Medinah, tempat ia tinggal utk beberapa lama. Setelah kematian ayahnya di thn 1740, ia memulai menyiarkan doktrin2nya. Ia membangkangi sistim menyajikan puja2 kpd manusia dan kuburan mereka. Ia melawan aliran mistik karena dianggap tidak peduli dgn hukum nabi. Pemujaan kpd para tokoh suci dianggap sbg penghujadan. Ia tidak mengakui otoritas manusia dlm bentuk apapun dan ia berkotbah bagi diberlakukannya kembali dua sumber Islam, yi “Quran dan Sunnah Nabi”. Katanya, ”Kau punya bukunya (Quran) dan sunnah, pelajari kata2 Allah dan bertindak sesuai dgnnya, bahkan kalau mayoritas tidak setuju dgnmu.” Ia menjabarkan semua keterangan dlm bentuk exegesis dan jurisprudensi dan patuh pada setiap kata secara lahiriah dlm Quran & Hadith. Ia menolak semua inovasi utk mengadaptasi Islam sesuai dgn jaman yg terus berubah dan menyatakan perang melawan segala kelonggaran aturan dan menuntut puritanisme primitif.

Ajaran Abdul Wahab ini bahkan mengundang kekhawatiran kaum Hanbali. Kaum konservatif mungkin bersimpati pada doktrinnya, tapi praktek puritanisme yg dikotbahkannya sangat menakutkan mereka yg lebih suka dgn kelonggaran aturan.

Thn 1744, akibat tekanan ulama (spt juga Muhammad sang nabi yg kabur ke Medinah karena ajarannya tidak disukai di Mekah), ia harus berhijrah dan mencari perlindungan ke Darriyah, di rumah Amir Muhammad Ibn Sa’ud dan sejak saat itu, teologi kontroversial ini memasuki fase politik. Ibn Sa’ud setuju untuk menjadi mentor Wahab dan keduanya membentuk sebuah pakta. Propagandis religius ini kini mendapat dukungan dari sebuah otoritas eksekutif (asab us-seyf). Spt juga dgn taktik Muhamad (SAW), mereka yg percaya padanya diundang utk membela agama … mereka yg ragu2 diajak dgn iming2 barang perampokan dan mereka yg menolak dipaksa ikut dgn cara intimidasi. Perang saudara antar Bedouin dilarang atau dikekang dan energi membara mereka dialihkan kearah kafir, atau mereka yg dianggap kafir oleh Ibnu Sa’ud dan kaum Wahabi.

Permulaan dan perkembangan gerakan baru ini sangat mirip dgn permulaan dan perkembangan Muhamad (SAW) di abad tujuh. Negara, menurut doktrin Wahabi, hanya boleh mengikuti tindakan nabi TOK, termasuk mengambil 1/5 bagian dari barang rampasan dan juga mengumpulkan zakat dari pengikut. Dgn cara inilah, Arabia dari jaman abad ke 7 dihidupkan kembali. Negara didasarkan pada tentara dan tentara harus diberi kesibukan agar dapat menjamin kesinambungannya. Bangsa2 nomad Arabia selalu antusias utk bergabung dgn gerakan2 baru, dan prospek barang rampasan menarik minat Bedouin Arabia Pusat dan Timur ke kamp Sa’ud. Diakhir abad 18, Sa’ud dan gang Wahabi-nya menjadi kekuatan yg paling besar di semenanjung Arab. Mereka memulai mengganggu orang2 dlm perjalanan ke Mekah, merampas hadiah2 milik/bagi para Sultan, persis sama dgn tindak tanduk Muhamad (SAW) di jaman permulaan karirnya sbg nabi.

Sejarah terulang kembali sampai ke detil2nya. Spt juga Muhammad menyerang sukunya sendiri, Quraish, di Mekah dan suku2 Yahudi di Medinah di abad ke 7, di thn 1802, pasukan Wahabi berjumlah 12.000 menyerang kota SYI’AH, MEMBANTAI 4.000 penduduk yg tidak berdaya/tidak bersenjata dan menghancurkan tempat2 suci Syi’ah. Th 1803 mereka menyerang Mekah dan karena penduduk Mekah sadar akan keberingasan Wahabi di Karbala, mereka membuka kota mereka bagi tentara dan Saud.

Semangat menghancurkan patung2 berhala ala Muhamad dicontek kaum Wahabi dgn menghancurkan mausoleum2 dan kubah2 yg dibangun diatas kuburan2 dan memboyong karpet2 sutera indah yg menghiasi Kabah. Di Medinah, bahkan kuburan Muhammad SAW dirampoki isinya yg dikumpulkan selama berabad2. Ulama bahkan tidak berdaya melawan vandalisme besar2an dan garang ini. Kaum Wahabi bahkan terus merampoki para calon haji sampai akhirnya ritual Haji harus ditunda.

Ini pertanyaan yg sering timbul di benak mereka yg tidak terlalu tahu menahu ttg cult/kultus yg bernaung didalam cult yg bernama Islam. Sebuah subkultus didalam sebuah kultus, istilahnya.

Wahabisme adalah perwujudan Islam di jaman sekarang ini. Wahabisme menekankan filososfi yg sama dgn yg dibawa sang nabi Islam 1400 thn lalu – yi filosofi ttg SUPERIORITAS BANGSA ARAB. Wahabisme bukan sebuah agama, bukan juga sebuah aliran spiritualitas atau ketuhanann. Wahabisme hanyalah sebuah faham superioritas Arab diatas bangsa2 lain.

Karakter dan kepribadian kultus bernama Wahabi ini menyontek mentornya, Ibn Sa’ud, yg menyontek sang nabi. Penting bagi kami utk mengenal bapak2 pendiri kultus ini utk bisa memahaminya. Mengapa ? Karena utk mengerti sebuah aliran, kita perlu mengerti cara berpikir sang pemimpin. Spt juga kita mempelajari Islam; setiap studi ttg Islam tidak akan komplet, kalau tidak disertai studi ttg nabinya.

Latar belakang sejarah kondisi di jazirah Arab pada saat lahirnya Wahabisme

Wahabisme bermuasal dari gurun pasir Arabia yang sejak jaman baheula dihuni perampok2 jalanan dan suku2 nomad yg tidak suka peraturan atau organisasi sosial diluar sistim nenek moyang mereka sendiri. Bahkan persaudaraan dlm Islam sendiri hanya mampu secara sementara membentuk grup2 yg dibentuk utk tujuan merampok, merajah dan merampas kekayaan orang lain. Bahkan sebelum munculnya Muhamadpun, sejarah suku2 Bedouin ini penuh dgn perang saudara dan cerita2 rasa iri antar suku. Bahkan kalifat Ottoman/Turki yg berkuasa atas kota2 Mekah, Medinah & rute2 pantai barat tidak punya kuasa politik dan tidak mampu menguasai suku2 Arab primitif tsb.

Mendalami Pemikiran Ibn Abdul Wahab

Sejarah bangsa Arab modern hanyalah contekan dari masa lalunya. Dlm abad 20, nasionalisme Arab menemukan ekspresi dlm revitalisasi doktrin2 Islam milik Ibnu Taymmiyah, yg menjadi inspirasi Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1791).

Abdul Wahab lahir di Uyanina, kota kecil di Najid. Nama ayahnya, yg kebetulan adalah ulama Hamabalit yg tidak terlalu setuju dgn ajaran puteranya, digunakan bagi alirannya, Wahabisme. Wahabi adalah sebuah julukan di Arabia; bangsa Arab sendiri menamakan diri Muwahhidun atau monotheis, karena mereka percaya dan mempraktekkan monotheisme dlm bentuk yg paling murni.

AW mengikuti kurrikulum studi2 Islam dan sangat suka dgn ajaran Ibnu Taymiyah di Medinah, tempat ia tinggal utk beberapa lama. Setelah kematian ayahnya di thn 1740, ia memulai menyiarkan doktrin2nya. Ia membangkangi sistim menyajikan puja2 kpd manusia dan kuburan mereka. Ia melawan aliran mistik karena dianggap tidak peduli dgn hukum nabi. Pemujaan kpd para tokoh suci dianggap sbg penghujadan. Ia tidak mengakui otoritas manusia dlm bentuk apapun dan ia berkotbah bagi diberlakukannya kembali dua sumber Islam, yi “Quran dan Sunnah Nabi”. Katanya, ”Kau punya bukunya (Quran) dan sunnah, pelajari kata2 Allah dan bertindak sesuai dgnnya, bahkan kalau mayoritas tidak setuju dgnmu.” Ia menjabarkan semua keterangan dlm bentuk exegesis dan jurisprudensi dan patuh pada setiap kata secara lahiriah dlm Quran & Hadith. Ia menolak semua inovasi utk mengadaptasi Islam sesuai dgn jaman yg terus berubah dan menyatakan perang melawan segala kelonggaran aturan dan menuntut puritanisme primitif.

Ajaran Abdul Wahab ini bahkan mengundang kekhawatiran kaum Hanbali. Kaum konservatif mungkin bersimpati pada doktrinnya, tapi praktek puritanisme yg dikotbahkannya sangat menakutkan mereka yg lebih suka dgn kelonggaran aturan.

Thn 1744, akibat tekanan ulama (spt juga Muhammad sang nabi yg kabur ke Medinah karena ajarannya tidak disukai di Mekah), ia harus berhijrah dan mencari perlindungan ke Darriyah, di rumah Amir Muhammad Ibn Sa’ud dan sejak saat itu, teologi kontroversial ini memasuki fase politik. Ibn Sa’ud setuju untuk menjadi mentor Wahab dan keduanya membentuk sebuah pakta. Propagandis religius ini kini mendapat dukungan dari sebuah otoritas eksekutif (asab us-seyf). Spt juga dgn taktik Muhamad (SAW), mereka yg percaya padanya diundang utk membela agama … mereka yg ragu2 diajak dgn iming2 barang perampokan dan mereka yg menolak dipaksa ikut dgn cara intimidasi. Perang saudara antar Bedouin dilarang atau dikekang dan energi membara mereka dialihkan kearah kafir, atau mereka yg dianggap kafir oleh Ibnu Sa’ud dan kaum Wahabi.

Permulaan dan perkembangan gerakan baru ini sangat mirip dgn permulaan dan perkembangan Muhamad (SAW) di abad tujuh. Negara, menurut doktrin Wahabi, hanya boleh mengikuti tindakan nabi TOK, termasuk mengambil 1/5 bagian dari barang rampasan dan juga mengumpulkan zakat dari pengikut. Dgn cara inilah, Arabia dari jaman abad ke 7 dihidupkan kembali. Negara didasarkan pada tentara dan tentara harus diberi kesibukan agar dapat menjamin kesinambungannya. Bangsa2 nomad Arabia selalu antusias utk bergabung dgn gerakan2 baru, dan prospek barang rampasan menarik minat Bedouin Arabia Pusat dan Timur ke kamp Sa’ud. Diakhir abad 18, Sa’ud dan gang Wahabi-nya menjadi kekuatan yg paling besar di semenanjung Arab. Mereka memulai mengganggu orang2 dlm perjalanan ke Mekah, merampas hadiah2 milik/bagi para Sultan, persis sama dgn tindak tanduk Muhamad (SAW) di jaman permulaan karirnya sbg nabi.

Sejarah terulang kembali sampai ke detil2nya. Spt juga Muhammad menyerang sukunya sendiri, Quraish, di Mekah dan suku2 Yahudi di Medinah di abad ke 7, di thn 1802, pasukan Wahabi berjumlah 12.000 menyerang kota SYI’AH, MEMBANTAI 4.000 penduduk yg tidak berdaya/tidak bersenjata dan menghancurkan tempat2 suci Syi’ah. Th 1803 mereka menyerang Mekah dan karena penduduk Mekah sadar akan keberingasan Wahabi di Karbala, mereka membuka kota mereka bagi tentara dan Saud.

Semangat menghancurkan patung2 berhala ala Muhamad dicontek kaum Wahabi dgn menghancurkan mausoleum2 dan kubah2 yg dibangun diatas kuburan2 dan memboyong karpet2 sutera indah yg menghiasi Kabah. Di Medinah, bahkan kuburan Muhammad SAW dirampoki isinya yg dikumpulkan selama berabad2. Ulama bahkan tidak berdaya melawan vandalisme besar2an dan garang ini. Kaum Wahabi bahkan terus merampoki para calon haji sampai akhirnya ritual Haji harus ditunda.

mad dicontek kaum Wahabi dgn menghancurkan mausoleum2 dan kubah2 yg dibangun diatas kuburan2 dan memboyong karpet2 sutera indah yg menghiasi Kabah. Di Medinah, bahkan kuburan Muhammad SAW dirampoki isinya yg dikumpulkan selama berabad2. Ulama bahkan tidak berdaya melawan vandalisme besar2an dan garang ini. Kaum Wahabi bahkan terus merampoki para calon haji sampai akhirnya ritual Haji harus ditunda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s