Kisah Umar bin khattab. ra.

Zulfikar Al KatiriUmar bin Khattab .ra adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW. Ia dijuluki Al Faruq karena beliau merupakan pemisah antara kebenaran dan kebatilan, juga dijuluki Abu Hafshin (Bapaknya Singa) karena keberaniannya.

Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, kepala bagian depannya botak serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan. Itulah gambaran fisik dari Umar bin Khattab .ra.

Ia terkenal keras pada masa jahiliyah dan juga setelah masuk islam. Ketika umat islam yang belum begitu banyak berhijrah ke Madinah, iapun turut berhijrah. Dikala para sahabat yang lain berhijrah dengan secara sembunyi-sembunyi beliau justru berhijrah secara terang-terangan. Dengan menyandang pedang dan meletakkan busur di pundaknya serta ditangan terhunus anak panah, beliau mendatangi Ka’bah dimana saat itu para pembesar Quraysi sedang berada di halamannya. Lalu beliau thawaf sebanyak tujuh kali dan mengerjakan shalat dua rakaat di makam Ibrahim .AS kemudian beliau mendatangi kumpulan mereka satu persatu, seraya berkata dengan muka seram dan menakutkan, “Sesungguhnya aku berniat hijrah , siapa yang ingin ibunya celaka, anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda, maka besok temuilah aku di belakang lembah ini!” Tetapi tak seorang musyrikinpun yang berani menemui dan menghadang beliau.

Bukan hanya manusia syetan juga takut dengan Umar bin Khattab .ra. ”Wahai Umar demi Dzat yang menguasai jiwaku (Allah), tidak pernah syaitan itu mau melewati jalan yang biasa engkau lewati, tetapi ia melewati jalan yang biasa dilewati oleh orang selainmu.” (HR Bukhari dari Saad bin Waqqash .ra)

Masuknya Umar bin Khattab .ra ke dalam Islam atas hidayah dari Allah SWT telah merubah metode dakwah Rasulullah yang awalnya sembunyi-sembunyi menjadi terbuka. Umar bin Khattab .ra berkata ”Kalau begitu kenapa kita harus sembunyi-sembunyi? Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, hendaklah engkau keluar dan kami akan keluar bersamamu.” Umar berubah menjadi kekuatan besar yang memperkokoh barisan pasukan Allah SWT sehingga mencemaskan kaum musyrikin.

Dalam hal ibadah umar juga memberikan contoh yang sangat luar biasa…

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khattab .ra pergi ke kebunnya, ketika pulang ia mendapati orang-orang sudah selesai melaksanak sholat ashar berjamaah. Maka beliau berkata, ”Aku pergi hanya untuk sebuah kebun, aku pulang orang-orang sudah selesai shalat ashar berjamaah!…kini kebunku kusedekahkan untuk orang-orang miskin”

Kepemimpinan Umar bin Khattab .ra tak seorangpun yang dapat meragukannya. Seorang tokoh besar setelah Rasulullah SAW dan Abu Bakar .ra. Pada masa kepemimpinannya kekuasaan islam bertambah luas. Beliau berhasil menaklukkan Persia, Mesir, Syam, Irak, Burqah, Tipoli bagian barat, Azerbaijan, Jurjan, Basrah, Kufah dan Kairo.

Selain pemberani Umar bin Khattab juga seorang yang cerdas. Dalam masalah ilmu diriwayatkan oleh Al Hakim dan Thabrani dari Ibnu Mas’ud berkata, ”Seandainya ilmu Umar bin Kattab .ra diletakkan pada tepi timbangan yang satu dan ilmu seluruh penghuni bumi diletakkan pada tepi timbangan yang lain, niscaya ilmu Umar bin Khattab .ra lebih berat dibandingkan ilmu mereka. Mayoritas sahabatpun berpendapat bahwa Umar bin Khattab .ra menguasai 9 dari 10 ilmu.Dengan kecerdasannya beliau menelurkan konsep-konsep baru, seperti menghimpun Al-qur’an dalam bentuk mushaf, menetapkan tahun hijriyah sebagai kalender umat Islam, membentuk kas negara (Baitul Maal), menyatukan orang-orang yang melakukan sholat sunah tarawih dengan satu imam, menciptakan lembaga peradilan, membentuk lembaga perkantoran, membangun balai pengobatan, membangun tempat penginapan, memanfaatkan kapal laut untuk perdagangan, menetapkan hukuman cambuk bagi peminum khamr (minuman keras) sebanyak 80 kali cambuk, mencetak mata uang dirham, audit bagi para pejabat serta pegawai dan juga konsep yang lainnya.

Namun dengan begitu beliau tidaklah menjadi congkak dan tinggi hati. Justru beliau seorang pemimpin yang zuhud lagi wara’. Beliau berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan rakyatnya. Tidak seperti di jaman yang katanya modern ini, kebanyakan para pemimpin malah bersikap sebaliknya bukannya berusaha melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakatnya tetapi justru berusaha melayani nafsu dan perutnya serta memenuhi kantongnya, Naudzubillahi min dzalik. Dalam satu riwayat Qatadah berkata, ”Pada suatu hari Umar bin Khattab .ra memakai jubah yang terbuat dari bulu domba yang sebagiannnya dipenuhi dengan tambalan dari kulit, padahal waktu itu beliau adalah seorang khalifah, sambil memikul jagung ia lantas berjalan mendatangi pasar untuk menjamu orang-orang.” Abdullah, puteranya berkata, ”Umar bin Khattab .ra berkata, ”Seandainya ada anak kambing yang mati di tepian sungai Eufrat, maka umar merasa takut diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.”

Beliaulah yang lapar duluan dan yang paling terakhir kenyangnya

Beliau berjanji tidak akan makan minyak samin dan daging hingga seluruh kaum muslimin kenyang memakannya…

Sungguh tauladan yang patut dicontoh oleh umat Islam sekarang ini terlebih yang merasa pemimpin masyarakat di jaman sekarang ini….

Umar bin Khattab .ra dan Al-Quran
Umar bin Khattab .ra mempunyai pemikiran yang sangat hebat. Beberapa pendapatnya merupakan sebab turunnya al-Quran diantaranya adalah:

1. Kisah tawanan Badar – ayat 28 Surah Al-Anfal

28. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

2. Ayat Menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat – Ayat 125 Surah Al-Baqarah

125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[89] tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

[89] Ialah tempat berdiri Nabi Ibrahim a.s. diwaktu membuat Ka’bah.

3. Ayat Hijab – Ayat 53 Surah Al-Ahzab

53. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk Makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)[1228], tetapi jika kamu diundang Maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah Amat besar (dosanya) di sisi Allah.

[1228] Maksudnya, pada masa Rasulullah s.a.w pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu Makan Rasulullah s.a.w. lalu turun ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk Makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.

4. Ayat tentang asal-usul kejadian manusia – Ayat 12 Surah Al-Mukminun

12. Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

5. Ayat tentang arak – Ayat 219 Surah Al-Baqarah dan Ayat 43 Surah An-Nisa’

219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

[136] Segala minuman yang memabukkan.

43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam Keadaan junub[301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.

[301] Menurut sebahagian ahli tafsir dalam ayat ini termuat juga larangan untuk bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi.

6. Ayat Larangan Mensolati Jenazah Orang Munafiq – Ayat 84 Surah At-Taubah

84. Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam Keadaan fasik.

7. Kisah orang Munafiq – Ayat 6 Surah Al-Munafiqun

6. Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

8. Ayat 5 Surah Al-Anfal

5. Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran[596], Padahal Sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

[596] Maksudnya: menurut Al Maraghi: Allah mengatur pembagian harta rampasan perang dengan kebenaran, sebagaimana Allah menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan kebenaran pula. menurut Ath-Thabari: keluar dari rumah dengan maksud berperang.

9. Ayat 16 Surah An-Nur

16. Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha suci Engkau (ya Tuhan kami), ini adalah Dusta yang besar.”

10. Ayat tentang penghalalan jima’ di malam bulan Ramadhan – Ayat 187 Surah Al-Baqarah

187. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

[115] I’tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.

11. Ayat 97 Surah Al-Baqarah

97. Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

12. Ayat 65 Surah An-Nisa’

65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

13. ayat 13 Surah Al-Waqiah

13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

Beberapa Hadist Riwayat tentang Umar bin Khattab .ra

1. ”Semasa tidur, aku bermimpi bahwa aku berada dalam Syurga. Aku lihat seorang perempuan sedang berwudlu dekat sebuah istana. Aku bertanya untuk siapa istana ini. Katanya : Untuk Umar” Hadist riwayat Shiekhaini (Bukhari dan Muslim)

2. Sesungguhnya Allah menjadikan lidah dan hati Umar itu di atas kebenaran. (Hadist riwayat At-Tirmizi)

3. Sekiranya selepas aku ada nabi, sudah pasti Umarlah orangnya. (Hadist riwayat At-Tirmizi)

4. Sesungguhnya aku lihat syaitan-syaitan dari kalangan jin dan manusia lari terbirit-birit dari Umar. (Hadist riwayat At-Turmizi)

5. Umar cahaya bagi penduduk Syurga.

6. Semua malaikat di langit menyayangi Umar dan semua syaitan di dunia melarikan diri dari Umar

7. Sesungguhnya ada seseorang di kalangan umat sebelum kamu yang menjadi sebutan ramai (kerana kebaikannya) , jika perkara ini terjadi dalam umat Islam, sudah tentu Umarlah orangnya. (Hadist riwayat Bukhari)

8. Tidak ada sesuatu perkara yang diperkatakan oleh orang ramai dan kemudian diperkatakan oleh Umar, niscaya turunlah al-Quran sebagaimana yang dilafazkan oleh mulut Umar. (Kata-kata Abdullah bin Umar)

Shalawat dan salam untuk junjungan kami Nabi Muhammad SAW serta para sahabat .r.a dan .r.h.a

Ya Allah berikanlah kami hakikat sifat para sahabat yang ikhlas mengorbankan harta dan keluarganya demi menegakkan kalimat-Mu…
Bukakanlah hati para pemimpin kami yang buta saat ini…
Buta dengan harta…
Buta dengan tahta…
Buta karena nafsu…
Tunjukkanlah mereka jalan-Mu, jalan yang diridhai oleh-Mu ya Allah…..
Kaulah yang punya kuasa atas mereka…
Amin ya robbal alamin.

Catatan Zulfikar Alkatiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s