Adakah Cinta Sejati diantara Kita?

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Adakah Cinta Sejati…diantara kita? n1563296421_6918Cinta sejati adalah cinta yang bisa selalu memberi dan menerima Memberi dan Menerima yang dicintai apa adanya

Sepanjang kita hanya bisanya Menerima saja, atau memberi saja,..bukanlah cinta sejati.. Tak perlu kita Munafik…

Qadrat dan Sunnatullah memang begitu adanya. Kita katakan, kita mencintainya, tanpa mengharapkan apa-apa darinya

Itu omong kosong belaka, kemunafikan mulai menjalar dalam relung jiwa kita Seharusnya kita mau jujur,..untuk apakah kita mencintai/dicintainya..? Ada tiga alternative Pertama, untuk urusan dunia Kedua, untuk urusan akhirat Ketiga, kita berada pada keduanya sekaligus,

Dunia dan Akhirat Kebanyakan diantara kita, memilih untuk kemaslahatan dunia saja. Ingin pasangan yang cantik, ganteng, lincah, pintar, kaya shalih/ah, (masih syukur yah, dapat kategori pasangan semacam itu, yang kacaunya, mendapatkan pasangan justru sebaliknya), bertujuan agar dari diri pasangan tersebut bisa terlahir atau bisa mendidik anak-anak yang cerdas, sehingga kehidupan didunianya mantap, tidak miskin, jadi orang berguna bagi nusa dan bangsa, jadi pejabat, pejabat yang handal.

Teramat disayangkan, andaikan tujuan perkawinan hanya sekedar tujuan dunia semata. Dalam sebuah hadits shahih yang cukup mashur, memang seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.

“Sesungguhnya segala amalan itu sesuai dengan niatnya. Maka barang siapa yang hijrah(apa yang dilakukannya itu), dengan tujuan mencapai keridhaan Allah dan RasulNya, maka itulah yang didapatkannya.

Dan barangsiapa yang hijrahnya tersebut untuk urusan (dunia), atau nikah dengan perempuan, maka itulah yang didapatkannya”. Akan sia-sia amalan didunia, hanya dengan sebuah niat yang salah kaprah. Ini semua berasal dari rasa cinta. Karena seperti kata penyanyi : “Rasa cinta pasti ada, pada makhluk yang bernyawa,..tak kan pudar….” Lumrah, manusia hidup tanpa cinta akan terasa gersang. Manusia hidup tanpa rasa cinta akan kaku. Cinta itu juga fitrah dari dalam dan suatu kebutuhan Sama dengan kebutuhan tubuh diisi dengan makanan Mobil diisi dengan minyak, atau bensin, atau gas Kebutuhan ruhani dengan siraman keruhanian, ilmu, agama Kebutuhan jiwa adalah Cinta… Cinta sejati, tidak akan pernah mendzalimi yang dicintai Cinta sejati akan selalu memberi dan menerima Cinta sejati akan selalu mengerti kondisi yang dicintai Cinta sejati tak akan pernah meninggalkan, kecuali diminta untuk ditinggalkan Cinta sejati akan selalu bersama dalam suka dan duka Lapang dada menerima segala kekurangan yang dicintai Lapang dada menerima segala kelebihannya Namun, cinta pada manusia, tak akan pernah menerima kompromi Kalau itu sudah melanggar aturan Allah dan RasulNya.. Karena sebenar-benar cinta yang sejati dan hakiki, hanyalah karena Allah Ta’ala Bukan karena dikau pujaanku Bukan karena dikau yang baik Bukan karena dikau yang ganteng/cantik/lincah,pintar kaya Bukan juga karena dikau ayah/ibu dari anak-anakku Bukan juga karena dikau telah membantu dan memperhatikanku Namun, lillahi Ta’ala semata Keridhaan Allah semata Karena kita bukan manusia munafik Keridhaan Allah Ta’ala yang akhirnya harapan kita adalah SurgaNya. Wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s