PERCAYA DIRI KUNCI KESUKSESAN

PENDAHULUAN
Percaya diri merupakan salah satu faktor penting yang dapat mengakibatkan perubahan besar pada diri, karena kita akan dihadapkan dengan kenyataan hidup antara sukses dan gagal. Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Banyak orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang tertentu yang memiliki IQ tinggi, keluarga yang mapan, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal serta mahal.

Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi maupun keluarga yang mapan, sebut saja misalnya:
– Mikhail Timofeevich Kalashnikov (1919) Ia adalah perancang senjata Aoutomat Kalashnicova Model 1947 (AK-47) sorang tentara merah Uni Sovyet yang hanya berpendidikan SMP kelas 1, keluarga petani yang miskin saat kecil memiliki kecintaan pada pekerjaan ilmu tekhnik.
Agatha_Christie – (1890-1976) semasa kecil tidak pernah menikmati pendidikan formal namun Agatha mendapat pendidikan langsung dari Ibunya, jika seluruh karyanya di cetak tidak kurang dari 20.000 tumpuk buku. Buku bukunya telah terjual sebanyak lebih dari satu miliar eksemplar dalam bahasa Inggris dan satu miliar lagi dalam 45 bahasa asing hinggal tahun 2003.
– Oprah Winfrey (1954). Siapa yang tidak mengenal wanita yang masih tampil di layar kaca anda, wanita pertama kulit hitam yang memiliki studio produksi film dan televisi yang sangat berpengaruh di Amerika. Saat berusia enam tahun ibunya,hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Milwauke dengan keadaan ekonomi yang sangat minim dan memprigatinkan, saat pendidikan di bangku menengah atas nilainya sangatlah buruk tidak berprestasi. Saat itu Ayahnya sangat marah dengan nilai yang didapat Oprah Winfrey.

Tiga tokoh diatas hanyalahcontoh kecil sebagian dari cerita sukses orang orang ternama, masih banyak tokoh lainnya yang tidak dapat diceritakan satu persatu , namun bisa kita simpulkan bahwa kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan dan membuka jalan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih.

LATAR BELAKANG

Meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Diatas sebelumnya telah dikatakan, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan serta rintangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat, menyerah apalagi sampai putus asa karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di hadapannya.

MASALAH
Dari permasalahan yang ada mungkin saja kita pernah mengalami hal yang serupa dalam menjalai kehidupan, rasa takut mengambil keputusan, minder menghadapi masalah, Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting dan harus ditumbuhkan. Ada beberapa masalah yang menyebabkan orang menjadi tidak percaya diri antara lain:
• Merasa diri rendah, bodoh, tidak mampu, tidak pantas
• Kesulitan dalam bergaul, susah mendapatkan teman baru.
• Merasa kurang nyaman jika ada seseorang yang mendekatinya.
• Tidak berani memulai percakapan atau perkenalan dengan orang lain.
• Malu mengungkapkan ide atau pendapatnya kepada orang lain.
• Demam panggung, takut berbicara di depan umum (public speaking phobia).
• Ketika masuk dalam lingkungan baru, dia cemas dan takut kalau orang-orang di lingkungan baru tersebut menolak atau tidak menyukainya.
• Suka menyendiri karena merasa tidak ada yang mau berteman.
• Tegang atau grogi ketika berhadapan dengan orang lain yang baru dikenal sehingga tingkah lakunya terlihat kaku.
• Merasa bahwa orang lain selalu memperhatikan kelemahannya.
• Menganggap orang lain lebih hebat daripada dirinya.
• Membandingkan kelemahan dirinya dengan kelemahan orang lain.
• Sensitif terhadap perkataan orang lain, meskipun hanya bercanda.
• Fokus pada kelemahan diri. Orang minder selalu punya seribu alasan untuk menyalahkan atau meremehkan dirinya sendiri.
• Sering menolak apabila diajak ke tempat-tempat yang banyak orang.
• Tidak berani menerima tanggung jawab yang besar karena takut gagal.
• Kecewa pada diri sendiri karena tidak percaya diri, dan marah kepada orang lain yang tidak memperhatikan atau menghargainya.
• Sering murung, mudah merasa sedih, dan lelah.
• Kurang semangat dalam menjalani aktivitas dan mudah menyerah.
• Sering melamun, dan mungkin masih banyak lagi.

SOLUSI
1. Berani menerima tanggung jawab. Yakinlah bahwa setiap diri kita adalah seorang pemimpin, pemimpin dalam rumah tangga, pemimpin masyarakat, pemimpin perusahaan, juga pemimpin lainnya. Oleh sebab itu sikap berani menerima tanggung jawab adalah sikap yang mendorong kita untuk tetap tampil “sempurna” tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, pemimpin yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja.

2. Kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri, salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. P0eralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, “Saya tidak bisa,” menjadi, “Saya bisa!” tidak menyebutkan seorang anak “bodoh” tapi ganti dengan “kamu bisa dan kamu pintar”

3. Bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.

4. Berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin.

Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan.

Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?

5. Tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita,.
Mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita.
6. Ikuti saran positif. Rasa percaya diri merupakan sifat “menular”. Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut.

Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita.
7.Jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.

Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh Spiritual Question dengan menjalankan serta meningkatkan ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri.
REFERENSI
http://www.republika.co.id/
– “Tanpa sekolah tapi sukses” penerbit Maghfirah pustaka.
– INDONESIAN HYPNOSIS ASSOCIATION
http://id.wikipedia.org/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s