DIANTARA TOKOH DARI MALUKU

 

TBR.-bbAbdul Muthalib Hatapayo atau nama lain yang lebih dikenal dalam perjalanan karirnya saat itu TBR (Thalib Bachtiar Rahman) Hatapayo, lahir di Tehoru, Seram selatan Maluku Tengah pada tanggal 9 September 1926.

Pada tahun 1946 beliu pernah berjerja sebagai pegawai pelayaran serta turut aktif dalam perjuangan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia, ditahun 1948 bergabung sebagai prajurit ABRI/TNI-AD YON 714 Kodam XV Pattimura saat itu, tahun 1955 pengawal keamanan RST.Dustira TT.III Siliwangi di Cimahi. Dari Cimahi Jawa Barat kemudian kembali ke Ambon tepatnya pada bulan Agustus di RST Resimen 25 TT VII Wirabuana. Setelah bebas tugas dari dinas kemiliteran pada tahun 1956 beliu bekerja di Jawatan Penguasa Pelabuhan Ambon dan menjabat sebagai Ketua umum “Serikat Buruh Djawatan Pelabuhan Ambon” disingkat SBDPA, tahun 1958 melanjutkan perjalanan perjuangannya sebagai Ketua Umum “Ikatan Buruh Umum” disingkat IBU untuk daerah Maluku dan Irian Barat.

PARRI adalah Pemuda Republik Rakyat Indonesia menjadi pilihannya dimana pada tahun 1959  beliu menjadi Komisaris untuk Daerah Maluku dan Irian Barat tidak lama kemudian ditahun yang sama juga menjadi Kordinator “Sentral Organisasi Buruh Republik Indonesia atau SOBRI untuk daerah Maluku dan Irian Barat, pada tahun 1960 Partai MURBA memberikan tugas serta kepercaan sebagai komisaris Dewan Partai MURBA untuk wilayah Maluku dan Irian Barat.

Dengan mengikuti diberbgai macam kegiatan perjalanan perjuangan dibeberapa organisasi pada tahun 1962 beliu mendapatkan amanat untuk menjadi Anggota DPR-GR/ wakil ketua seksi I DPR-GR Propinsi Maluku.

Akibat pergolakan politik saat pemerintahan Presiden Soekarno itu, pada tahun 1965 timbulah Keputusan Presiden Nomor 291 Tahun 1965, terhitung mulai tanggal 21 September 1965 Partai Murba dibubarkan. Sebelumnya, dengan Keputusan Presiden Nomor 1/KOTI/1965 tanggal 6 Januari 1965, partai tersebut telah dilarang melakukan kegiatan atau aktifitas apapun.

Pembubaran Partai Murba adalah salah satu puncak upaya usaha PKI untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya saat itu. Terhadap parpol dan ormas besar yang landasan ideologinya berbeda, dilakukan infiltrasi baik fisik maupun psikis, agar kemudian dapat dikendalikan; misalnya Partindo, Baperki, HSI dan lain-lain.

Gerakan 30 September (dahulu juga disingkat G 30 S PKIG 30S/PKI), Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaankudeta, atas peristiwa itu Bung Adam Malik mengintruksikan kepada seluruh rekan rekan yang pada partai MURBA turut serta bersama eksponen Orde Baru di Jakarta untuk langsung melakukan perlawanan atau pengganyangan terhadap G30S/PKI.

TBR-01 TBR-02 TBR-03 TBR-04

Pada tahun 1967 membentuk organisasi Ikatan Buruh Pelabuhan Pelayaran dan Pembangunan Republik Indonesia (IBP3RI) ditahun yang sama diangkat dan ditetapkan oleh ketua presedium kabinet AMPERA Letjen Soeharto sebagai Anggota MPRS-RI No Anggota 80/C mewakili golongan Karya Buruh (SOBRI), Kabinet Ampera adalah Kabinet yang dibentuk dan bertugas mulai tanggal 25 Juli 1966 – 17 Oktober 1967. Kabinet ini diumumkan langsung oleh Letjen Soeharto sebagai Ketua Presidium Kabinet atas persetujuan Presiden Soekarno.

Setelah kabinet AMPERA selesai masa baktinya pada tahun 1973 kembali beliu tanpa henti aktif kembali dibeberapa organisasi perjuangan bergabung dengan BKMIM yaitu “Badan Kontak Masyarakat Indonesia Maluku” duduk sebagai Ketua Presedium Pusat, satu tahun kemudian yaitu tahun 1974 mendirikan perusahaan rakyat yaitu “LATUNAMA”.

Dalam dunia karir Politik beliu terus berjalan aktif  didalam perjuangannya untuk membangun Bangsa dan Negara, bersamaan dengan Sidang Umum MPP PDI  di Hotel Marcopolo Jakarta yang berlangsung dari tanggal 18-20 1977 beliu hadir dan bergabung bersama Partai Demikrasi Indonesia pimpinan oleh Mohammad Isnaeni.

TBR-Hattapayo.1 TBR-Hattapayo.3

Inilah perjuangan dan perjalan karir beliu dalam berpolitik yang cukup lama dalam Partai Demokrasi Indonesia dari tahun 1977 sampai dengan 1982 sampai pada ahirnya pada tahun 1982 beliu menghembuskan nafasnya yang terahir meninggal dunia di Jakarta dimana Bangsa Indonesia saat itu sedang melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan yaitu Pemilihan Umum dan disaat yang sama pula beliu juga terdaftar sebagai calon tetap Anggota DPR asal propinsi Irian Jaya dari Parta Demokrasi Indonesia___@rahman.ch

 

http://majalengkanews.com/News/pembubaran-partai-murba

http://hukum.unsrat.ac.id/pres/inpreskab_31_1966.pdf

Arsip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s